
Menjadi guru di SMP N 1 Banjar adalah karir pertama seorang pria yang pernah mengelilingi Bali dengan sepeda pad tahun 1978 selama tiga hari. Ia adalah Drs. Ketut Kartika. Pria kelahiran Banjar, 31 desember 1960 ini telah menuntut ilmu dari sekolah dasar hingga meraih pendidikan terakhirnya sebagai Sarjana Pendidikan Matematika.
Ayah empat anak ini kini telah mengabdikan dirinya sebagai guru matematika di SMA N 1 Singaraja. Tidak hanya itu, ia juga menduduki jabatan Wakil Kepala Sekolah Kesiswaan dan sebagi pembina OSIS. Sikap displin membawanya pada jabatan yang cukup sibuk dibanding hanya sebagai guru biasa. Ketekunan serta tanggung jawabnya selama ini telah membuat SMAN 1 SINGARAJA lebih berkilau dengan gemerlap tropi emas khususnya di bidang Matematika. Pria yang memiliki hobi olahraga dan berpetualang ini telah banyak melahirkan generasi-generasi yang banyak mengukir prestasi di bidang Matematika dari tingkat Kabupaten hingga Internasional. Melalui berbagai diklat, pelatihan, dan pengalaman yang pernah dilaluinya, ia menyalurkan seluruh ilmu yang diperoleh kepada siswa terbaiknya. Mendidik dengan mengutamakan kemandirian dalam menemukan sendiri merupakan salah satu cirinya dalam memberikan ilmu pada siswa-siswanya.
Betapa hebat pengabdiannya dalam mendidik putra bangsa hingga usahanya patut diacungi jempol. Sosok pria bertinggi badan 171 ini dikenal sebagai guru yang paling ditakuti oleh siswa SMAN 1 SINGARAJA, khususnya siswa yang sering melanggar peraturan sekolah. Seluruh siswa selalu ada dalam pengawasannya, bila ada yang melanggar maka dialah yang bertindak sebagai hakim dan memberi sanksi pada siswa itu.
Namun jangan pernah beranggapan bahwa sifat dan hatinya sama. Walaupun dia terlihat galak, namun ia memiliki hati yang lembut dan penyayang. Sifat disiplin dan tegasnya tidak lain untuk meningkatkan disiplin siswa agar memiliki masa depan yang lebih cerah. Tujuan mulia itu akan dirasakan, bila anak didiknya memasuki jenjang yang lebih tinggi. Maka tidak heran dalam setiap acara perpisahan siswa kelas XII, pria yang pernah meraih juara II dalam Lomba Ilmiah Guru di STKIP Singaraja ini yang paling banyak menerima hujanan kata terima kasih. Ia mempunyai sebuah pedoman, “Harga diri di atas segalanya, oleh karena itu tempatkan diri kita sebaik-baiknya agar orang lain tidak mudah untuk mempermainkan kita”.
Itulah sosok pria yang pernah menjadi mahasiswa dengan predikat lulusan terbaik peringkat satu melalui jalur skripsi di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unud jurusan Matematika tahun 1988 ini. Jangan pernah melihatnya dari fisik, walaupun fisiknya keras namun hatinya selembut salju. Hehehe.. ^_^
Read More...
Ayah empat anak ini kini telah mengabdikan dirinya sebagai guru matematika di SMA N 1 Singaraja. Tidak hanya itu, ia juga menduduki jabatan Wakil Kepala Sekolah Kesiswaan dan sebagi pembina OSIS. Sikap displin membawanya pada jabatan yang cukup sibuk dibanding hanya sebagai guru biasa. Ketekunan serta tanggung jawabnya selama ini telah membuat SMAN 1 SINGARAJA lebih berkilau dengan gemerlap tropi emas khususnya di bidang Matematika. Pria yang memiliki hobi olahraga dan berpetualang ini telah banyak melahirkan generasi-generasi yang banyak mengukir prestasi di bidang Matematika dari tingkat Kabupaten hingga Internasional. Melalui berbagai diklat, pelatihan, dan pengalaman yang pernah dilaluinya, ia menyalurkan seluruh ilmu yang diperoleh kepada siswa terbaiknya. Mendidik dengan mengutamakan kemandirian dalam menemukan sendiri merupakan salah satu cirinya dalam memberikan ilmu pada siswa-siswanya.
Betapa hebat pengabdiannya dalam mendidik putra bangsa hingga usahanya patut diacungi jempol. Sosok pria bertinggi badan 171 ini dikenal sebagai guru yang paling ditakuti oleh siswa SMAN 1 SINGARAJA, khususnya siswa yang sering melanggar peraturan sekolah. Seluruh siswa selalu ada dalam pengawasannya, bila ada yang melanggar maka dialah yang bertindak sebagai hakim dan memberi sanksi pada siswa itu.
Namun jangan pernah beranggapan bahwa sifat dan hatinya sama. Walaupun dia terlihat galak, namun ia memiliki hati yang lembut dan penyayang. Sifat disiplin dan tegasnya tidak lain untuk meningkatkan disiplin siswa agar memiliki masa depan yang lebih cerah. Tujuan mulia itu akan dirasakan, bila anak didiknya memasuki jenjang yang lebih tinggi. Maka tidak heran dalam setiap acara perpisahan siswa kelas XII, pria yang pernah meraih juara II dalam Lomba Ilmiah Guru di STKIP Singaraja ini yang paling banyak menerima hujanan kata terima kasih. Ia mempunyai sebuah pedoman, “Harga diri di atas segalanya, oleh karena itu tempatkan diri kita sebaik-baiknya agar orang lain tidak mudah untuk mempermainkan kita”.
Itulah sosok pria yang pernah menjadi mahasiswa dengan predikat lulusan terbaik peringkat satu melalui jalur skripsi di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unud jurusan Matematika tahun 1988 ini. Jangan pernah melihatnya dari fisik, walaupun fisiknya keras namun hatinya selembut salju. Hehehe.. ^_^